LSP Transafe Sukses Mengadakan Uji Kompetensi Di Atas Vessel Di Batam


16 Jul
16Jul

LSP Transafe Sukses Mengadakan Uji Kompetensi Di Atas Vessel Timas DLB 01 di Batam



LSP Transafe Dan TUK Transafe Batam Sukses Mengadakan Pelatihan dan Uji Kompetensi di Atas Vessel Timas DLB01 di Batam. Pelatihan berlangsung sejak 14 Juli 2019 dan  Uji Kompetensi berlangsung 16 Juli 2019.

Uji Kompetensi yang dilaksanakan adalah Operator Overhead Crane Sertifikasi BNSP (Operator Keran Jembatan Sertifikasi BNSP) Migas. Uji Kompetensi ini diikuti oleh 6 peserta di atas vessel yang sedang sandar di Batam.

Jumlah peserta minimum di bawah 10 adalah komitmen LSP Transafe membantu TUK Transafe Batam melayani dan membantu klien mereka di Batam dan di sekitarnya.


Ryska Carolina Nababan, Branch Manager Transafe Batam dalam wawancaranya pagi ini mengatakan bahwa ini adlah kebanggaan bagi Trasnafe Batam untuk mengadakan pelatihan dan uji Kompetensi di atas vessel. Beliau membandingkan dengan TUK Transafe Jakarta yang sudah sering mengadakan uji kompetensi di atas platform lepas pantai, maka prestasi TUK Batam bagaikan langkah kecil (baby step) yang akan segera menjadi semakin besar.

Sepanjang tahun 2019 ini TUK Transafe Batam sudah mengadakan lebih dari 20 Uji Kompetensi dengan total jumlah asesi lebih dari 200 orang.

Selain Uji Kompetensi Bidang K3, Transafe Batam juga dapat mengadakan Uji Kompetensi bidang softskill seperti HR Sertifikasi BNSP, Training for Trainer Sertifikasi BNSP bekerjasama dengan TransWISH Indonesia.


Tentang Vessel DLB 01


Berdasarkan data dari MarineTraffic Vessel ini bertipe Cargo Barge dan dibuat tahun 1975. Vessel ini memiliki Berat kotor (Gross Tonnage) 11213 dan DWT 7990 T.


Sesi Pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi LSP Transafe


Cargo Barge adalah tongkang yang dirancang untuk mengangkut barang seperti batubara, baja jadi atau bahan-bahannya, biji-bijian, pasir atau kerikil, atau bahan serupa. Untuk offshore, Cargho biasanya mengangkut orang perlengkapan dan peralatan yang di butuhkan di platform, Rig atau FSPO.


Tongkang biasanya dibangun dari baja. Mereka memiliki lambung luar, kekosongan internal yang dilengkapi dengan struts berat dan kawat gigi silang atau scantling, dan kotak kargo internal. Lambung luar tongkang dapat datang dalam salah satu dari dua konfigurasi. Tongkang menyapu memiliki busur melengkung untuk memberikan resistensi kurang ketika didorong dan biasanya ditempatkan di kepala belakangnya. Sebuah kotak tongkang biasanya ditempatkan di tengah dan belakang derek dan dapat menampung lebih banyak barang.


Tumpukan biasanya diangkut dengan Cargo Barge (tongkang kargo) ke lokasi lepas pantai (offshore). Mereka dapat diangkat dari geladak Cargo Barge dan dipindahkan ke geladak kapal instalasi sebelum dimulainya kegiatan instalasi. Atau, mereka dapat terbalik segera setelah diangkat dari tongkang kargo.


Tumpukan diangkat dan ditinggikan menggunakan dua balok derek atau satu balok dengan internal lifting tool (ILT). ILT adalah alat yang dirancang khusus, yang terdiri dari perangkat mekanis yang dimasukkan ke bagian dalam kepala pile tubular, dengan piston hidrolik yang mendorong satu set grippers terhadap dinding bagian dalam pile driving head dan mendukung berat tumpukan melalui gesekan yang dihasilkan antara grippers ILT dan dinding bagian dalam kepala tiang.


Opsi pengangkatan lainnya telah digunakan seperti padeyes yang dilas ke bagian luar tiang, pada jarak tertentu di bawah bagian atas tiang untuk menghindari gangguan dengan palu penggerak tiang.


Setelah berada di posisi vertikal, setiap tumpukan diturunkan melalui air dan menusuk ke dasar laut atau struktur dasar.


Untuk tumpukan jaket baja dapat didorong melalui kaki jaket atau melalui lengan tumpukan yang terhubung ke kaki jaket di dasarnya. Kaki jaket dan lengan pile keduanya bertindak sebagai panduan untuk penentuan posisi dan arah pile.


Instruktur Transafe Batam Berpose di atas Vessel


 

This site was built using