LSP TRANSAFE SUKSES MELAKUKAN UJI KOMPETENSI SEA SURVIVAL UNTUK 50 PEKERJA OFFSHORE DARI KONTRAKTOR PERTAMINA


06 May
06May

LSP Transafe Sukses melaksanakan Uji Kompetensi Sea Survival Untuk 50 Pekerja Migas yang berangkat ke Offshore.

Acara ini dilaksanakan pada 4-5 Mei 2019. Acara ini bekerja sama dengan TUK LSP Transafe Indonesia - Jakarta (LSPTI-J).

Tim pelatih untuk pelatihan ini berasal dari Tim Pelatih Internal Transafe. Bapak Imam Transafe dan Bapak. Zaenal Transafe adalah pelatih yang ditunjuk untuk program ini. Co Trainer dan asisten kelas mereka adalah Bpk. Hadi Transafe, Ibu. Nia Transafe dan Ibu Kiki Transafe.


Asesor yang dikirim dari LSP Transafe Indonesia adalah Bpk Aditya LSP Transafe, Bpk Nando LSP Transafe, Ibu Etria LSP Transafe dan Ibu Annisa LSP Transafe. Tim ini dipimpin oleh IBu Neli LSP Transafe. Ibu Neli saat ini adalah Pengendali Sistem Manajemen Kualitas LSP.


BNSP / IPCB (Badan Nasional Sertifikasi Profesi / Lembaga Sertifikasi Profesi Indonesia) adalah sertifikasi kompetensi profesi resmi Indonesia. Transafe Jakarta adalah sertifikat tempat Pelatihan dan Kompetensi (TUK) yang disetujui dari LSP Transafe.


Kebutuhan akan Sea Survival sertifikasi BNSP sangat tinggi di Indonesia. Menurut rilis pemerintah Indonesia, akan ada 13 Proyek Minyak dan Gas lepas pantai di Indonesia, Satuan Tugas Bisnis Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan bahwa ada 13 proyek minyak dan gas baru yang akan beroperasi (on stream) tahun ini 2019. Dari semua proyek, produksi minyak dan gas memiliki potensi untuk meningkat sebesar 240 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).


Teshya Transafe, PIC untuk proyek ini mengatakan bahwa ini adalah batch awal dari kontrak yang ditandatangani dengan kontraktor Pertamina. Kontrak dikatakan memiliki sekitar 800-900pelatihan peserta untuk proyek multi-tahun.


News Releasenya Bisa dilihat di

PRLOG

This site was built using